Monday, June 18, 2018

[REVIEW] Laneige Fresh Calming Morning Mask

Haloha...

Udah cukup lama I'd been eyeing Laneige Fresh Calming Morning Mask. Soalnya produk ini unik banget. Kayak belum ada produk serupa dari brand lain. Makanya, pas aku punya, aku excited banget pakainya. Segimana unik sih? Nah, aku mau review Laneige Fresh Calming Morning Mask buat kalian, siapa tahu kalian tertarik juga (atau semakin yakin buat beli). By the way, sebelumnya aku udah pernah review Laneige Fresh Calming Toner, klik di sini buat baca. Okay, let's jump into the review.

Laneige Fresh Calming Morning Mask


WHAT IS LANEIGE FRESH CALMING MORNING MASK?

Sebelum masuk ke review, aku mau jelasin singkat apa sih morning mask ini? Sesuai namanya, ini adalah masker yang khusus dipakai di pagi hari. Ini bukan wash-off mask. Karena Laneige Fresh Calming Morning Mask adalah jenis leave-on mask. Artinya, pemakaiannya nggak perlu dibilas pakai air. Which is cool, right?

What does it claim?
Benefit: hydrating and soothing.
Skin type: dehydrated and oily skin.
Main features: lychee extract and deep sea water.

Quick and easy leave-on morning mask that hydrates and soothes sensitive skin while prepping it for a better makeup fit.
Laneige Fresh Calming Morning Mask

PACKAGING

Kemasannya berupa botol kaleng dengan pump. Ukurannya 80gr. Kenapa botolnya dibuat seperti itu? Jawabannya ada di review selanjutnya di bawah.

TEXTURE, FORMULA, AND SCENT

Botolnya berupa kaleng ber-pump nggak lain karena masker ini bertekstur foam. Unik banget, kan? Bukan gel atau cream, tapi foam. Jadi, waktu pump-nya kita pencet, yang keluar berupa cairan foam, kayak meringue gitu lho guys. Gemes banget.

Nah, saat diratain di wajah, foam itu meleleh jadi cair dan gampang diserap kulit. Emang butuh beberapa waktu sih biar maskernya agak kering. Tapi setelah itu, kulit jadi haluussss banget. Pas sesuai klaim-nya, bisa dijadiin dasar makeup karena bikin kulit halus dan makeup jadi lebih nempel.

Sesuai penjelasan di label kemasannya, Laneige Fresh Calming Morning Mask ini diperkaya sama ekstrak buah leci dan deep sea water. Tipikal produk skincare Korea, nggak ada bahan-bahan berbahaya di dalamnya, seperti mineral oil, animal based-ingredient, pewarna buatan, dan lain sebagainya.  Aromanya buah leci, sama kayak aroma tonernya.

Karena formulanya yang menenangkan dan menyegarkan, dipakai di cuaca panas Indonesia cocok banget. Buat yang kulitnya gampang banget merah karena kena panas matahari, Laneige Fresh Calming Morning Mask bisa bantu ngademin kulit. At least, nggak bikin kulit kemerahan kayak kepiting rebus kan.


REVIEW

Laneige Fresh Calming Morning Mask ditargetin buat kulit berminyak dan dehidrasi. Tapi menurutku, masker ini bekerja lebih ke merawat kulit dengan cara melembapkan dan menyegarkan, bukan mengontrol produksi minyak. Yang aku amati selama pakai masker ini, baik itu saat pakai makeup dan tanpa makeup, produksi minyakku tetap banyak. I mean, fungsinya lebih ke merawat dan melembapkan kulit.

Yang aku suka dari Laneige Fresh Calming Morning Mask adalah bisa dijadiin alternatif pengganti moisturizer. Kalau udah meresap dan agak kering, nggak ada sensasi lengket di kulit. Justru kulit jadi berasa halus dan licin. Makeup pun jadi lebih nempel dan hasilnya lebih flawless. Aku sukaaaa!

Laneige Fresh Calming Morning Mask
80gr / 2.8 oz
IDR 345.000 at SOCIOLLA (klik langsung ke halamannya)
Insert voucher code SBNLA65S for IDR 50.000 off

That's the review, hope it helps. Ciaobella~

Saturday, June 2, 2018

[SWATCHES] ESQA X BCL, Matte Lip Liquid in Affair, Gloss Lip Liquid in Lust

Halohaa...

Udah tau kan, ESQA Cosmetics kolaborasi sama Bunga Citra Lestari ngeluarin koleksi ESQA x BCL Lip Liquid. Koleksi ini punya 6 shade yang terbagi jadi 3 shade dengan hasil matte dan 3 shade dengan hasil glossy. Nah, aku mau bagi swatch dua shade ESQA x BCL, Matte Lip Liquid in Affair dan Gloss Lip Liquid in Lust.



Oh iya, kali ini aku nggak akan review soal lip liquid-nya yaa. Tapi kalau boleh komentar sedikit, aku nggak suka sama packaging-nya. Soalnya ESQA kan brand kosmetik indie lokal, harusnya sih bisa agak mewah. Apalagi bawa nama BCL yang jelas-jelas penyanyi papan atas. Menurutku, packaging lip liquid ini terkesan murah, dan bahkan sekilas mirip Wardah. Oops!



Langsung aja swatch-nya ya!

Atas: ESQA x BCL Gloss Lip Liquid in Lust | Bawah: ESQA x BCL Matte Lip Liquid in Affair  


ESQA x BCL Matte Lip Liquid in Affair
Buat yang suka warna burgundy, merah dengan nuansa wine dan brown yang bold, bisa cobain ini. Matte-nya nggak bener-bener kering. Masih cukup melembapkan di bibir.

ESQA x BCL Gloss Lip Liquid in Lust
Menurutku ini warna classic red yang mirip warna cherry. Walaupun glossy, tapi pigmented banget. Di bibir pun hasilnya kelihatan juicy, bikin bibir kelihatan sehat dan plump.

ESQA x BCL Lip Liquid
Size 4ml
IDR 195.000
Buy it at SOCIOLLA

Buat yang beli di Sociolla, jangan lupa masukin kode voucher potongan 50.000: SBNLA65S buat minimal purchase 250.000.

Semoga swatch dari aku membantu ya. Ciaobella~

[REVIEW] Rose All Day The Realest Lightweight Foundation

Haloha...

Hari ini aku mau review liquid foundation dari brand Rose All Day, The Realest Lightweight Foundation. Ini produk keluaran baru mereka setelah Lip and Cheek Duo. Boleh dibilang, Rose All Day adalah brand kosmetik indie lokal pertama yang ngeluarin foundation. Sebenernya aku selalu skeptis sama produk lokal, takut nggak bagus atau gimana. Tapi setelah aku cobain foundation Rose All Day ini, AKU JATUH CINTA! And you'd do! Kenapa bisa secinta itu? Yuk, langsung aja masuk ke review-nya.


PACKAGING

First of all, ngomongin kemasannya dulu. Karena ini adalah liquid foundation, makanya kemasannya berbentuk tube dan pump. Aku suka sama kemasan kayak gini karena:
1) ngeluarin produknya gampang, tinggal pencet dan bisa dikontrol mau sebanyak apa.
2) bisa dipakai sampe tetes terakhir hahaha, karena dia bentuknya tube yang pump-nya di bawah, jadi produknya akan selalu jatuh ke bawah, you know what I mean, right? Lol
Udah gitu, ukurannya kecil. Foundation ini isinya 30ml (ukuran ideal menurutku, jadi cepet habis dan nggak keburu expired karena harus giliran pakai foundation lainnya haha). Yang jelas enak dibawa kemana-mana karena nggak gampang tumpah.








TEXTURE & FORMULA

Liquid di sini nggak encer banget, justru agak creamy, tapi gampang di-blend. Soal aroma, menurutku baunya mirip bahan kimia, nyaris nggak berbau sih. Nggak ada wangi-wangian apapun (aku pikir karena namanya Rose All Day bakal wangi bunga mawar gitu, taunya nggak ya, hahaha).

Oke, apa sih yang mbedain foundation Rose All Day sama foundation lain? Kalau gitu, yuk ngomongin formulanya. Berdasarkan penjelasan di label kemasannya, foundation ini mengandung:
1) Hyaluronic acid yang bisa melembapkan kulit, jadi nggak usah takut kulit jadi kering pakai ini.
2) Zinc buat melindungi kulit dari paparan sinar matahari. Foundation ini nggak meng-klaim dirinya punya SPF, tapi ada zinc yang punya fungsi serupa.
3) Vitamin C yang bisa mencerahkan, meratakan warna, dan melembapkan kulit.
4) Vitamin E yang bekerja sebagai antioksidan, sehingga bisa bantu cegah munculnya keriput, juga melembapkan kulit dan berperan memperkuat zinc untuk melindungi kulit dari sinar UV.

Basically, pakai foundation ini nggak serta-merta pakai makeup aja, tapi juga sekaligus merawat kulit.

SHADE, COVERAGE, & FINISH

Foundation Rose All Day punya empat shade: Fair, Light, Beige, dan Honey. Shade yang menurutku pas buat kulit orang Indonesia. Aku sendiri pakai shade Beige. Shade-nya pas banget di kulit wajahku yang neutral undertone. Yang terpenting, foundation ini nggak oxidize gila-gilaan. Bakal tetep bikin wajah cerah dan segar.


Swatch from right to left: Fair, Light, Beige, Honey
Swatch: shade Beige

Kemampuan menutup foundation ini menurutku light to medium. Formula dan teksturnya yang ringan emang nggak berasa berat di wajah. Aku sendiri sih nggak masalah sama coverage, mau light, medium, atau full, yang penting warna kulit wajahku jadi lebih rata dan cerah. Hehehe.

Soal hasil akhir pemakaiannya di wajah, boleh aku bilang nggak terlalu dewy, tapi juga nggak matte, pas di tengah-tengah (semi-matte). Seperti claim-nya, foundation ini kasih hasil naturally flawless yang bikin kelihatan kayak our second skin atau istilahnya "my skin but better". Dan emang bener sih. Hasilnya tuh jadi kayak artis-artis Korea yang glowing gitu, tapi nggak becek. Aku nggak bohong, hasilnya kelihatan kayak pakai highlighter. Pas kena cahaya, kulit kelihatan glowing dan mulus.

Mungkin kita mikir foundation yang hasilnya agak "basah" gitu nggak cocok buat kulit berminyak. Well, kulitku berminyak. Sejauh ini, aku sama sekali nggak mempermasalahkan hasil foundation ini di wajahku. Buat kulit berminyak, tinggal tambahin bedak atau setting powder buat kontrol produksi minyak. Yang pasti, hasil pemakaian foundation ini bikin wajah kelihatan sehat. Healthy looking, gitu.

MY REVIEW

Overall, aku suka sama foundation Rose All Day ini. Ringan dipakai, hasilnya bikin wajah mulus dan glowing. Daya tahannya oke menurutku. Nggak gampang geser atau luntur. Buktinya, aku pakai buat wudhu, foundationnya masih nempel walaupun pasti luntur dikit. Yang jelas sih, walau kena air, foundationnya masih tetep nempel. Aku sendiri nggak terlalu mendewakan foundation yang tahan lama seharian. Jadi ya aku pakai foundation ini senang-senang aja. Hahaha.

Dan yang aku suka tuh, pas diaplikasiin ke wajah, foundationnya langsung menyatu sama kulit. Kan suka ada tuh foundation atau BB cream yang kalau dipakai kayak cuma "duduk" di kulit, nggak menyatu, bikin keliatan cakey. Nah, foundation Rose All Day justru langsung kasih lapisan yang bener-bener natural, like my second skin.

Downside-nya, aroma foundationnya nggak complementing menurutku. Bukannya nggak enak, cuman nggak berkesan aja karena aromanya agak-agak kimia. Nggak ada tambahan pewangi mungkin supaya bisa dipakai kulit sensitif juga kali ya. Bonus satu lagi tuh, foundation ini nggak bakal bikin alergi bau buat si kulit sensitif. Tapi aku lebih suka kalau misal aromanya wangi lembut.

Ini foto-fotoku pas pakai foundation Rose All Day. Nggak pakai filter apa-apa. Kelihatan glowing dan mulus kan? Kayak licin gitu nggak sih? Hahaha.





Rose All Day The Realest Lightweight Foundation
NET WT. 30 ml / 1 oz
IDR 209.000
Officially available HERE (click!)

Buat yang pengen cobain Rose All Day Lip and Cheek Duo, dijual di Sociolla juga. Kalau mau beli, jangan lupa insert code voucher potongan 50.000 ini ya: SBNLA65S.

Semoga review-ku ini membantu ya buat yang mau cobain foundation Rose All Day atau buat yang lagi cari foundation lokal dengan hasil semi matte. Ciaobella~

Thursday, February 8, 2018

Review: Garnier Micellar Oil-Infused Cleansing Water

Annyeong~

garnier micellar water oil-infused cleansing water
Ada produk baru dari Garnier. Namanya Garnier Micellar Oil-Infused Cleansing Water. Dilihat dari namanya, udah jelas kalau produk ini adalah makeup remover sekaligus pembersih wajah. Keunggulannya apa sih dari micellar water biasa?

Yang hobi pakai makeup pasti tahu deh struggle-nya pas hapus makeup. Pertama, harus pakai lip and eye makeup remover dulu buat hapus riasan mata dan bibir, terutama buat eyeliner dan maskara waterproof. Setelah itu, baru pakai micellar water atau cleansing water buat hapus makeup wajah. Itupun kadang harus diikuti sama pemakaian cleansing oil kalau makeup-nya tebal supaya makeup benar-benar terangkat. Habis itu, baru deh cuci muka pakai face wash. Huah, panjang ya langkahnya. 

Bisa gawat buat yang males mbersihin muka dengan langkah sepanjang itu. Kalau nggak bersih, bisa-bisa jerawatan. Berakhirlah sudah eksistensi kita di dunia per-beauty-an kalau jerawat udah nongol (meski cuma satu!). Lebay sih, tapi faktanya emang gitu kan? Ngaku deh. Hahaha.

garnier micellar water oil-infused cleansing water
Nah, buat yang males atau yang pengen kepraktisan waktu menghapus makeup, Garnier Micellar Oil-Infused Cleansing Water adalah jawabannya. Kenapa? Soalnya micellar water ini nggak cuma hapus makeup ringan, kotoran, dan debu, tapi juga hapus makeup waterproof. Perhatiin deh, ada dua lapisan di dalam produknya. Air dan minyak. Minyak ini ternyata argan oil, yang udah kita tahu punya sejuta manfaat baik buat kulit. Udah jelas, sebelum pakai harus dikocok dulu biar air dan minyaknya menyatu.

Aku udah nyobain Garnier Micellar Oil-Infused Cleansing Water ini. Jadi langsung aja aku bagi review-nya ya!

REVIEW

Satu kalimat dulu: Aku suka.

Alasannya:
Gampang banget dipakai. Cuma satu langkah aja, semua makeup di wajah bisa kehapus semua. Jadi nggak usah pakai lip eye makeup remover dulu. Tapi biar bener-bener bersih, aku bisa habisin tiga kapas bolak-balik (kalau makeup-nya agak tebel).

So far sih efektif banget ngangkat semua makeup di wajah. Foundation, eyeliner, maskara, lipstik, gone semua.

Pas kapasnya diusapin ke wajah, liciiiiiiinnnnn banget. Menurutku enak. Nggak keset. Jadinya kan gesekan antara kapas dan kulit nggak keras, artinya meminimalisir iritasi dan risiko kulit keriput. Bener, nggak?

Setelah pakai, sensasinya segar. Lebih jelasnya, "semriwing". Pulang kerja, capek, terus bersihin muka pakai pembersih yang ada efek soothing-nya. Enak sih!

Walau ada kandungan minyaknya, tapi nggak ada sensasi berminyak sama sekali. Justru hasil akhirnya wajah jadi matte, nggak mengkilap. Justru minyak argan di dalamnya itu bantu menutrisi kulit dan bikin kulit nggak kering.

Wanginya enak, tapi agak strong. Buat aku pribadi sih nggak masalah. Tapi buat yang sensitif sama bau-bauan, bisa ganggu dan nggak nyaman.

Before

After: bisa lihat perbedaannya. Makeup kehapus dengan sempurna.

Best part: harganya super terjangkau (kalau dibandingin sama Bioderma atau Corine de Farme). Ada 2 ukuran. 125 ml harga Rp 39.001 dan 400 ml harga Rp 95.000 di Sociolla. Bisa lihat di sini.

Yang namanya pembersih wajah pasti cepet banget habisnya, apalagi kalau tiap hari pakai makeup. Menurutku penting sih nyimpen stok biar nggak bolak-balik beli. Kalau beli online di Sociolla, mending beli banyak sekalian. Total belanja 250ribu bisa dapet potongan 50ribu kalau pakai kode voucher SBNLA65S. Coba aja ;)

That's the review. Semoga bermanfaat ya! Ciaobella~

Wednesday, January 24, 2018

Korean Skincare Routine Buat si Pemalas

Annyeong...

Raise your hand kalau kamu tipe orang yang males pakai berlapis-lapis skincare. Kalau aku, mandi aja males, apalagi pakai skincare. Hahaha. Tapi males nggak berarti nggak pakai skincare sama sekali lho ya. Karena merawat wajah wajib hukumnya. Biar muka kinclong terus dan nggak ada yang nyangka kalau aku udah late 20s. Hehehe.

Kali ini aku mau share skincare routine aku di pagi dan malam hari. Jangan bayangkan perawatan wajahku kayak 10 steps Korean skincare. Bahkan jauh dari itu, karena aku males banyak-banyak pakai skincare. BUT, sebagai K-Beauty junkie, aku selalu mengandalkan produk skincare Korea. Produk yang aku pakai pun yang harganya murah aja. Yang penting kulit terawat bahagia, shay.

Aku punya tipe kulit berminyak tapi dehidrasi. Concern utamaku adalah menghilangkan noda hitam bekas jerawat. Lebih dari itu, I'm fine.

Langsung aja ini break down skincare routine buat si pemalas kayak aku.



PM Routine

# Aku bersihin makeup dan kotoran pakai Corine de Farme. Aku suka sama micellar water ini. Basically sama aja sih kayak Bioderma, cuma harganya jauh lebih terjangkau. Pakai Bioderma jebol di kantong shay. Ga kuat.

# Buat cuci muka, aku pakai Senka Perfect Whip. Banyak yang bilang facial foam asal Jepang ini bagus banget. Ya emang sih, soalnya dia punya busa yang banyak dan nggak bikin wajah kering. Good news, Senka Perfect Whip udah masuk Indonesia, bisa dibeli online di Sociolla dan harganya cuma Rp 65.000,-!!!

# Selanjutnya aku pakai Laneige Fresh Calming Toner. Tadinya aku nggak gitu peduli sama pemakaian toner. Tapi ternyata pakai toner dari Laneige ini bikin muka seger banget. Jadinya selalu pakai di malam hari.

# Habis itu pakai Innisfree Green Tea Seed Serum. Jujur, ini serum biasa aja karena mungkin manfaat utamanya buat merawat kulit aja. Jadi nggak ada efek berarti apa-apa. Yang pasti sih, kulitku jadi halus. Intinya, serum ini buat merawat aja, nggak bisa menghilangkan bekas jerawat yang pengen aku ilangin ini.

# Udah umur 27 tahun, eye cream nggak boleh kelewat. Aku pakai Innisfree Green Tea Seed Eye Cream yang trial size. Isinya sekitar 5 ml tapi habisnya lama banget.

# Aku nggak bisa nggak pakai lip balm sebelum tidur, soalnya bikin bibirku nggak kering keesokan harinya. Sekarang ini yang aku pakai adalah Frank Body Lip Balm. Familiar sama scrub kopi Frank Body kan? Nah, lip balm-nya juga terbuat dari kopi, jadi aromanya kopi banget.

Ditotal cuma ada 6 langkah. Itupun belum termasuk masking routine. Rutinitas maskeranku biasanya mencakup exfoliating pakai Mustika Ratu Peeling Mundisari dan multimasking pakai Innisfree Jeju Volcanic Clay Mask. Udah itu aja. Nggak ribet kan?



AM Routine

# Aku langsung pakai krim dokter sebagai moisturizer. Oh iya, aku pakai krim dokter buat ngatasin permasalahan kulitku. That's why, rutinitas perawatan wajahku nggak aneh-aneh, nggak panjang, dan nggak perlu produk dengan bahan aktif (misalnya BHA, AHA, vitamin C, retinoid, dll).

# Sunscreen jelas nggak boleh skip. Penting banget dipakai every single day. Aku pakai yang merknya Isis Pharma. Aku sendiri nggak tahu ini brand apa, yang pasti sih sunscreen ini enak dipakai. Dia melembapkan banget, bikin kulit jadi dewy glowing gitu.

That's it. Cuma 2 langkah aja. Soalnya pagi-pagi udah keburu telat berangkat kantor, makanya males lama-lama pakai skincare. Belum lagi makeupnya lama juga. Hahaha.

Kalau kamu pemalas kayak aku juga, share dong skincare routine kamu. Produk Korea juga atau produk-produk premium yang harganya mahal?

Sunday, January 14, 2018

Journaling dan Bullet Journal Bantu Atasi Stress dan Depresi

Annyeong~

bullet journal adalah


Di akhir Desember 2017 kemarin, sekaligus persiapan menghadapi 2018, aku mulai melakukan rutinitas baru: JOURNALING. Aku termotivasi bikin jurnal karena aku baca artikel kalau journaling itu bagus buat orang yang overthinking. Mengingat selama ini aku selalu spoil soal hidupku cara dengan nulis di media sosial (kebanyakan di Line karena jarang dibaca orang), aku pikir nggak ada salahnya aku nyoba journaling. Jauh lebih positif daripada curcol di media sosial.

Berdasarkan artikel yang aku baca di Glamour UK, life coach Annabel Gledden bilang kalau hasil riset membuktikan keefektivan mengeluarkan pikiran melalui journaling. Tips dari dia adalah tulis semua apa yang ada di pikiran kita, tulis terus-menerus mulai dari hal sepele sampai yang serius. Buat orang yang overthinking atau kebanyakan mikir, cara ini bisa bantu ngatasinnya. Coba bayangin (atau mungkin kamu juga ngalamin), kebanyakan mikir bikin otak jadi panas, trus lama-lama stress. Bener nggak?

Sesuai yang udah pernah aku bahas di postingan sebelumnya, aku menderita anxiety. Pada dasarnya, aku punya kepribadian introvert. Yang nggak bisa aku pungkiri, aku punya banyak banget insecurity, terutama soal cowok dan masa depan. Insecurity itu bikin otak berilusi tentang sesuatu yang belum atau bahkan nggak terjadi. Yang akhirnya menimbulkan kecemasan berlebih. Alhasil jadi lebih mudah sedih dan nangis. Hal ini terjadi berlarut-larut akhirnya bikin stress dan depresi hingga berujung ke pikiran "pengen bunuh diri".

Dari penjelasan itu mungkin kalian berpikir, "Lho, itu udah tau? Kok masih sedih?" Well, aku emang paham apa yang aku alami. Tapi nggak selamanya aku bisa kontrol emosi. Namanya manusia, sadar nggak sadar pasti bakal kemakan sama kondisi mental yang labil. Dan mungkin karena hal tersebut udah berjalan selama aku hidup, yang namanya insecurity, anxiety, sedih berlarut-larut, galau susah banget diminimalisir.

bullet journal adalah

Sampai akhirnya aku nyoba buat journaling. Awalnya, aku pakai buku planner biar hidupku yang carut-marut ini sedikit terorganisir. Basically monthly planner gitu. Tapi aku belum merasa puas, kayak masih ada yang kurang. And then YouTube recommended me videos of making bullet journal. Dari situlah terpikir buat bikin buku diary dalam bentuk bullet journal.

Salah satu contoh bikin bullet journal bisa dilihat di video ini:


Apa itu bullet journal? Menurut definisiku, bullet journal itu semacam planner atau agenda, hanya aja kita dikasih lebih banyak kreativitas di dalamnya. Journaling bisa ditulis di mana aja. Bedanya, bullet journal lebih ke bikin sendiri planner yang kita mau. Jadi nggak harus mengandalkan planner yang udah ada di buku planner. Karena bikin sendiri, kita bisa tambahin gambar-gambar sesuai kreativitas to make it more interesting.

Buatku, bullet journal jadi lebih efektif buat nulis diary ketimbang agenda (soalnya aku anaknya go with the flow, mau ngerencanain apa aja juga nggak bakal jalan karena spontanitasnya). Kalau biasanya apa-apa aku tulis di Line, sekarang aku tulis dengan tulisan tangan di bullet journal. Apa aja. Terutama sih kalau lagi sedih, galau, dan nggak ada teman cerita. Seolah kertas-kertas di buku jurnal jadi sahabat dan pendengar yang baik (huhuhu sedih T_T).

Menariknya, bullet journal juga kasih kita ruang untuk memotivasi diri sendiri. Aku bisa nambahin quote-quote yang membangun. Mencatat daftar yang harus aku syukuri. Menulis hal-hal positif yang bisa mendorong mundur semua insecurity-ku. Ibarat kata, bullet journal menjaga aku tetap on track supaya nggak selalu nurutin emosi.

bullet journal adalah
Setelah dijalani, memang ada sensasi lega pas nulis. Like, semua sumbat di hati dan pikiran keluar semua. Selain itu, yang tadinya kita ada waktu buat galau, waktunya habis buat menggambar di bullet journal. Nggak hanya menggambar sih, tapi juga hand lettering. Bikin bullet journal di waktu yang sama juga jadi belajar calligraphy. Hahaha. Pikiran juga jadi lebih positif, kayak udah nggak ada kelabunya. Thanks to motivating quotes.

Journaling memang jadi semacam mental terapi. Tapi nggak selamanya journaling memperbaiki "gangguan" itu. Karena tetap ada saatnya kita merasa insecure dan memunculkan aura negatif. Balik lagi, karena kita manusia. Buatku, fungsi journaling lebih jadi reminder, buat ngingetin kita untuk terus positif dan belajar dari kesalahan. Juga supaya nggak overthinking. In short, journaling bantu mengurangi stress atau bahkan mencegah stress muncul.

Buat yang punya kepribadian introvert (nggak bisa terbuka sama orang lain), masalah overthinking (apa-apa dipikirin banget), cemas berlebih, stress, depresi, dan bahkan punya pikiran buat bunuh diri, cobain journaling deh. Siapa tahu membantu buat mengatasi semua kekalutan mental itu. YOLO, make it to the fullest. Nggak masalah kalau nggak happy, yang penting content. Maapkan aku sok bijak. 

bullet journal adalah

Oh iya, berkat bikin bullet journal aku jadi terobsesi sama stationary lagi lho. Jadi suka beli pulpen warna-warni, sticker, washi tape, dan alat tulis lucu lainnya. Rasanya happy ketemu pulpen warna-warni. Tipsku, bikin bullet journal sebaiknya dilakukan di buku yang kertasnya punya motif titik-titik atau dotted. Akan lebih bagus buat gambar karena ada guideline-nya, tapi nggak begitu kelihatan. Daripada pakai kertas bergaris, I think dotted paper is better. Bisa beli di Muji atau Miniso. Aku rekomendasiin beli pulpen di Miniso karena 30.000 bisa dapat 3 pulpen. Save more money, right? Nah, kalau mau beli stationary kawaii lucu-lucu dan murah, beli aja di Instagram @eternal.stuff.

Semoga pengalamanku journaling dan bikin bullet journal membantu teman-teman yang juga mengalami kekalutan mental ya :) Tetap semangat. You're not alone.

Saturday, January 13, 2018

Review: Laneige Fresh Calming Toner

Annyeong~


laneige fresh calming
Laneige Fresh Calming (ki-ka: cleanser, morning mask, serum, toner)

Akhirnya aku punya produk Laneige Fresh Calming yang udah rilis di Indonesia: Laneige Fresh Calming Toner! *dancing* Itulah kalimat pertama buat nunjukin excitement-ku nyobain seri terbaru dari brand Korea ini. Aku udah tau Laneige ada range skincare baru karena lihat di online shop, jauh sebelum Laneige Fresh Calming masuk Indonesia. Aku excited banget pengen nyobain produk ini karena dia diformulasiin buat kulit berminyak tapi dehidrasi. Nah lho, gimana tuh maksudnya? Agak membingungkan ya, berminyak tapi dehidrasi?

Tadinya aku juga nggak familiar sama kondisi kulit kayak gini. Tapi setelah nonton skincare guru di YouTube (my fave is Liah Yoo, you can check her channel out here), aku jadi paham. Basically, kulit dehidrasi bisa dialami sama semua tipe kulit, baik itu berminyak, kering, kombinasi, dan lain sebagainya. Di kulit berminyak, dehidrasi bisa memicu kulit jadi LEBIH berminyak. Gimana bisa?

Sebelum masuk review, let me explain a lil bit soal kondisi berminyak tapi dehidrasi ini ya. Ayo akuin, kalau kulit lagi berminyak, kita pasti ngerasa muka kayak kotor banget. Mengkilap, gerah, risih yang bikin kita cenderung jadi lebih sering cuci muka buat ngilangin minyak berlebih di wajah. Di samping itu, pemakaian produk yang bikin kulit keset juga berpengaruh lho. Karena "cara yang salah ini", permukaan terluar kulit jadi kehilangan kelembapan alaminya. Itulah sebabnya, tubuh memacu kulit buat memproduksi lebih banyak minyak untuk menutupi kekurangan moisture di kulit. Alhasil, muka jadi lebih berminyak. Udah tipenya kulit berminyak, dehidrasi, produksi sebum bertambah gila-gilaan, nggak heran dong kalau kita merasa susah banget mengontrol kilap minyak di wajah.

So, yang kita butuhkan sebenarnya bukan produk skincare yang menjanjikan buat mengurangi produksi sebum. Yang benar adalah produk yang melembapkan namun formulanya untuk kulit berminyak. Contohnya kayak rangkaian Laneige Fresh Calming. Nah, udah terdengar make sense kan? Setelah pakai kurang lebih satu bulanan, aku bisa share pengalamanku pakai tonernya. Langsung aja simak review Laneige Fresh Calming Toner versiku. Hope it helps~

Laneige Fresh Calming Toner
Laneige Fresh Calming Toner

PACKAGING / KEMASAN

Pas pertama kali lihat sekilas Laneige Fresh Calming Toner, aku kira kemasannya itu berupa glass atau kaca. Ukurannya gede banget lho. Isinya 250 ml. Jadi kelihatannya tuh kayak sturdy berat banget. Tapi, setelah diamati, botolnya itu sebenarnya adalah plastik tebal dan kokoh. Jadi kalau jatuh nggak akan pecah, which is good.

Bentuk botolnya sendiri bukan bentuk spray atau flip flop (yang dicetek-cetek -- maapkan bahasanya hahaha). Bentuknya lebih ke botol biasa, dengan tutup yang diputer. Kayak toner kebanyakan, ngeluarin produknya dengan cara dituang.

TEKSTUR, FORMULA, DAN AROMA

Selayaknya toner pada umumnya, Laneige Fresh Calming Toner juga punya tekstur cair seperti air. Literally water. Tipe airnya juga nggak pekat, bener-bener kayak air. 

Laneige Fresh Calming Toner dibuat dari kandungan Lychee Extract dan Deep Sea Water. Lychee Extract berfungsi untuk melembapkan sekaligus menenangkan kulit. Sedangkan Deep Sea Water bertugas melindungi skin barrier atau lapisan pelindung kulit (yang emang beneran harus dijaga karena dia yang bikin kulit kita tegar meski diterpa berbagai macam ancaman).

Toner ini nggak mengandung mineral oil, animal based-ingredients, pewarna buatan, dan triethanomaline. Yeah, tipikal produk K-beauty kan, which I love and obsessed with.

Karena mengandung ekstrak buah lechi, nggak heran wanginya segar banget kayak lechi. Tau Buavita Lychee nggak? Nah, wanginya nggak jauh beda kayak itu. Cocok juga sama namanya: Fresh Calming. Wanginya tuh segar, pas dipakai bikin tenang kulit (dan perasaan). Terdengar masuk akal sih kenapa sebagian orang bilang pakai skincare itu bantu ngelepas stress. Hehehe...


CARAKU PAKAI

Cara pakai Laneige Fresh Calming Toner normal aja kayak toner-toner lainnya. Dipakai setelah cuci muka. 

Kalau aku, biasanya aku tuang di tangan, lalu aku usap-usapin ke wajah sambil ditekan pelan-pelan biar panas dari telapak tangan bantu mempercepat penyerapannya ke dalam kulit.Aku sendiri nggak pakai banyak-banyak, cuma 2 tetes untuk seluruh muka. Kalau kebanyakan sukan lama kering soalnya. Hahaha maapkeun, orangnya nggak sabaran.

Atau kalau misal kulitku lagi agak patchy, tonernya aku tuang ke kapas, lalu kapasnya aku usap-usap ke wajah. Kulit-kulit mati yang meletek langsung keangkat gitu lho. Jadi semacam gentle exfoliating.

REVIEW

Tau nggak, sebenarnya Laneige Fresh Calming ditujukan buat usia 25 tahun. Sementara umurku 27 tahun. Nggak jauh-jauh amat lah ya. Meski gitu, aku yang pakai merasa oke-oke aja. Biar kata umurku di atas 25, nggak berarti produknya nggak bekerja. Di aku sih normal-normal aja. Yang paling berasa sih sensasi segarnya saat pakai.

Karena formulanya buat kulit berminyak yang dehidrasi dan kulit kombinasi, menurutku nggak ada efek mengurangi produksi minyak. Kalau melembapkan, iya. Fungsinya lebih ke merawat kali ya... Urusan tipe kulit berminyak, buat mengurangi kilapnya, menurutku itu lebih ke pemakaian makeup dengan hasil matte.

Jujur, aku pakai toner ini kulitku jadi halus. Eits, tapi nggak serta-merta karena pakai produk ini aja ya. Yang namanya cewek, produk skincare nggak cuma satu, ya kan? Aku juga pakai produk lain. Intinya sih, Laneige Fresh Calming Toner bikin kulitku segar, lembap, dan halus. Dan yang namanya toner, menurutku itu lebih ke merawat kulit. Kalau memperbaiki masalah kulit, kayaknya itu lebih ke serum deh. Benar nggak?

Overall, aku suka sama Laneige Fresh Calming Toner. Ya karena produk ini sesuai sama kondisi kulitku, berminyak tapi dehidrasi. Seolah udah menemukan jodoh. Hahaha...

By the way, kalau tertarik nyobain, Laneige Fresh Calming Toner tersedia di Sociolla. Harganya lagi promo jadi Rp 360.000,- udah termasuk gift gratis (lip sleeping mask, water bank eye gel, dan basic care moisture trial kit). Bisa cek sendiri di sini ya. Nah, biar harganya turun lagi, bisa pakai kode voucher SBNLA65S. Harganya jadi Rp 310.000,- lumayan banget lho.

Oke deh, ini review versiku. Kalau udah coba juga, share dong gimana pengalaman kalian pakai Laneige Fresh Calming Toner. I'd like to know :)

Makasih yang udah baca review-ku, semoga membantu ya... Annyeong~

 

Pretty Petite Template by Ipietoon Cute Blog Design